TrendArrow – Scholes Kritik Rashford: Legenda Manchester United, Paul Scholes, kembali melontarkan kritik tajam kepada Marcus Rashford. Ia menilai perilaku sang penyerang sudah mencapai level memalukan. Rashford kini bermain di Barcelona dengan status pinjaman, tetapi masalah kedisiplinan tetap membayanginya.
“Baca Juga: AC Milan Rotasi Pemain Lawan Lecce di Coppa Italia“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI.
- Ikuti Update Seputar Sepak Bola di Sosial Media Instagram dan Tiktok dari Trendarrow.com
- RESMI! Bang Jay ke Sassuolo! Setelah berbagai rumor beredar, akhirnya kapten kebanggaan kita resmi gabung Sassuolo!
- SAH! Bang Jay ke Sassuolo! Rumor jadi kenyataan, kapten Timnas kita resmi merapat ke Sassuolo!
Rashford Dicoret Barcelona karena Terlambat
Barcelona baru-baru ini tidak menurunkan Rashford sebagai starter saat melawan Getafe. Keputusan itu diambil karena ia terlambat hadir dalam pertemuan tim sebelum laga.
Insiden ini menambah panjang daftar masalah disiplin Rashford. Publik pun kembali mempertanyakan profesionalismenya di klub sebesar Barcelona.
Paul Scholes menilai keterlambatan itu menunjukkan lemahnya mentalitas Rashford. Ia menegaskan bahwa alasan seperti ketiduran tidak bisa diterima di era modern.
Scholes: Rashford Malu-Maluin United
Dalam sebuah podcast, Scholes mengaku sulit merasa bangga dengan Rashford. Ia menilai sikap sang pemain selama di Manchester United memalukan.
Menurut Scholes, masalah utama Rashford bukan kemampuan teknis, melainkan mentalitas. Ia menyoroti bagaimana Rashford sering kehilangan fokus dan motivasi di lapangan.
“Perilakunya di Manchester United memalukan,” kata Scholes dengan nada tegas. “Masalahnya bukan kemampuan, melainkan sikap.”
Dinilai Menyerah Saat di Old Trafford
Scholes juga menuduh Rashford pernah menyerah saat masih membela Manchester United. Ia melihat sang pemain tidak menunjukkan kesungguhan dalam beberapa pertandingan.
Menurutnya, sekali pemain menyerah, maka kebiasaan itu akan terulang lagi. Hal itu membuat Rashford gagal mencapai level yang seharusnya.
“Berapa kali saya melihatnya berjalan seolah tidak peduli,” ujar Scholes. “Ia menyerah pada United, dan itu tidak bisa diterima.”
Masalah Disiplin Terulang di Barcelona
Scholes kembali menyoroti insiden terbaru Rashford di Barcelona. Ia menyebut pelanggaran seperti keterlambatan tidak mungkin dibiarkan di klub besar.
Dengan teknologi modern, alasan ketiduran dianggap tidak logis. Bagi Scholes, Rashford tidak memiliki alasan kuat untuk datang terlambat.
“Dia terlambat di Barcelona, dan itu tidak bisa dibiarkan,” ujar Scholes. “Bagaimana bisa Anda ketiduran di zaman ponsel dan alarm?”
Bakat Besar yang Terbuang
Scholes menegaskan bahwa talenta Rashford sebenarnya sangat besar. Namun, bakat itu akan sia-sia tanpa disiplin dan mentalitas yang kuat.
Ia percaya Rashford punya kemampuan untuk menjadi salah satu pemain top dunia. Sayangnya, kelemahan sikap membuatnya gagal berkembang ke level tertinggi.
“Dia jelas punya kemampuan luar biasa,” kata Scholes. “Tetapi ia tidak memiliki mentalitas untuk benar-benar menjadi yang terbaik.”
Tekanan di Barcelona Kian Besar
Rashford kini menghadapi tekanan besar di Barcelona. Ia harus bersaing dengan pemain muda yang lapar prestasi. Situasi ini semakin sulit jika ia tidak menunjukkan profesionalisme.
Barcelona tentu menginginkan pemain yang disiplin dan konsisten. Jika Rashford terus bermasalah, masa depannya di klub bisa terancam.
Klasemen La Liga
Alaves – 7 poin
Real Madrid – 15 poin
Barcelona – 13 poin
Villarreal – 10 poin
Espanyol – 10 poin
Elche – 9 poin
Real Betis – 9 poin
Athletic Club – 9 poin
Getafe – 9 poin
Sevilla – 7 poin
“Baca Juga: AC Milan Rotasi Pemain Lawan Lecce di Coppa Italia“








Discussion about this post