TrendArrow – Xavi Hernandez mengungkap konflik serius dengan presiden Barcelona, Joan Laporta. Konflik tersebut membuatnya tidak ingin kembali ke klub.
Mantan pelatih Barcelona itu menjelaskan situasi tersebut dalam wawancara panjang. Ia membahas hubungan yang memburuk dengan manajemen klub.
Selain itu, Xavi juga membicarakan berbagai keputusan penting di balik layar. Menurutnya, beberapa keputusan klub mengubah rencana besar yang sudah disiapkan.
Karena itu, hubungan antara Xavi dan petinggi klub akhirnya memburuk. Situasi tersebut juga memengaruhi masa depannya bersama Barcelona.
“Baca Juga: Link Live Streaming Milan vs Inter di Serie A 2026“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
Xavi Sebut Rencana Kepulangan Messi Hampir Terjadi
Xavi mengungkap bahwa Barcelona hampir memulangkan Lionel Messi pada tahun 2023. Ia bahkan sudah berkomunikasi langsung dengan mantan rekan setimnya itu.
Menurut Xavi, pembicaraan mengenai kemungkinan transfer berlangsung cukup lama. Kedua pihak membahas peluang tersebut selama beberapa bulan.
Xavi mengatakan ia menghubungi Messi setelah sang pemain menjuarai Piala Dunia. Saat itu Messi menunjukkan antusiasme untuk kembali ke Barcelona.
Ia menyampaikan bahwa pembicaraan berjalan positif pada awalnya. Namun situasi berubah setelah manajemen klub mengambil keputusan berbeda.
Xavi menilai keputusan presiden klub menjadi penyebab utama kegagalan tersebut.
“Presiden berbohong tentang apa yang terjadi dengan Messi,” kata Xavi dalam wawancara dengan RAC1.
Ia juga menegaskan bahwa Messi sebenarnya hampir kembali ke Barcelona.
“Pada Januari 2023 saya menghubunginya setelah dia memenangkan Piala Dunia. Dia mengatakan sangat bersemangat untuk kembali,” jelas Xavi.
Namun pada akhirnya rencana tersebut tidak pernah terwujud.
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Xavi Tegaskan Tidak Akan Kembali ke Barcelona
Xavi juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rencana kembali ke Barcelona. Ia merasa sudah memberikan kontribusi besar kepada klub.
Ia menjalani karier panjang sebagai pemain Barcelona. Setelah itu, ia juga sempat memimpin tim sebagai pelatih.
Menurut Xavi, perannya di klub sudah selesai. Karena itu ia memilih melanjutkan perjalanan karier di tempat lain.
“Saya tidak akan pernah kembali ke Barcelona,” kata Xavi.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah menjalani semua peran penting di klub.
“Saya sudah menjalani peran saya sebagai pemain dan pelatih,” ujarnya.
Selain itu, ia kembali menegaskan alasan gagalnya transfer Messi.
“Messi tidak kembali ke Barcelona karena Laporta tidak menginginkannya,” tambah Xavi.
Xavi Singgung Sosok Berpengaruh di Dalam Klub
Dalam wawancara tersebut Xavi juga menyinggung sosok lain di dalam klub. Ia menilai orang tersebut memiliki pengaruh besar terhadap keputusan penting.
Menurut Xavi, sosok tersebut bahkan memiliki kekuasaan lebih besar dibanding presiden klub.
Karena itu, ia merasa proses yang terjadi tidak berjalan secara jujur.
“Presiden menyingkirkan saya tanpa mengatakan yang sebenarnya,” ungkap Xavi.
Ia kemudian menyebut nama Alejandro Echevarria dalam pernyataannya.
Xavi menilai Echevarria memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan klub.
“Orang yang benar-benar menyingkirkan saya sebagai pelatih adalah Alejandro Echevarria,” kata Xavi.
Ia juga menambahkan bahwa sosok tersebut memiliki kekuasaan besar di klub.
“Dia memiliki lebih banyak kekuasaan daripada Laporta dan dia telah mengkhianati saya,” tutup Xavi.
Barcelona Tetap Memimpin Klasemen La Liga
Sementara itu, Barcelona tetap memimpin klasemen sementara La Liga musim ini. Tim tersebut mengumpulkan 67 poin dari 27 pertandingan.
Real Madrid berada di posisi kedua dengan 63 poin. Atletico Madrid dan Villarreal mengikuti di posisi berikutnya dengan 54 poin.
Barcelona dijadwalkan menghadapi Sevilla pada 15 Maret 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung pukul 22.15 WIB.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Barcelona untuk mempertahankan posisi puncak klasemen.
“Baca Juga: Joao Cancelo Bawa Fleksibilitas Taktik Baru untuk Barcelona“








Discussion about this post