TrendArrow – Paris Saint-Germain hampir kehilangan keunggulan saat menghadapi AS Monaco di Parc des Princes. Laga leg kedua playoff gugur Liga Champions 2025/2026 itu berlangsung panas sejak awal.
Namun PSG tetap menjaga fokus hingga menit akhir. Tim tuan rumah akhirnya menang agregat 5-4 atas rival sesama Ligue 1.
Sejak menit pertama, Monaco langsung menekan pertahanan PSG. Mereka ingin mengejar selisih gol secepat mungkin. Sementara itu, PSG mencoba mengatur tempo dan menjaga penguasaan bola.
Tekanan Monaco sempat membuat publik Paris tegang. Serangan cepat tim tamu beberapa kali mengancam gawang PSG. Namun lini belakang PSG tetap disiplin dan tidak panik.
“Baca Juga: Real Madrid Siap Hadapi Ancaman Man City Lagi“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Kartu Merah Ubah Arah Pertandingan
Momen penting muncul pada babak kedua. Mamadou Coulibaly menerima dua kartu kuning dalam empat menit. Wasit kemudian mengeluarkannya dari lapangan.
Keputusan itu langsung mengubah jalannya laga. Monaco harus bermain dengan sepuluh pemain. Situasi ini memberi ruang lebih luas bagi PSG.
PSG segera memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Marquinhos maju membantu serangan dan mencetak gol penting. Gol itu mengembalikan kepercayaan diri tuan rumah.
Enam menit kemudian, Khvicha Kvaratskhelia menambah gol kedua PSG. Ia melepaskan tembakan terukur yang gagal dihentikan kiper Monaco. Gol tersebut meredam semangat kebangkitan tim tamu.
Akhirnya, PSG memastikan tiket ke babak berikutnya. Mereka kini menunggu pemenang antara FC Barcelona dan Chelsea FC.
Vitinha Tampil Dominan dan Dekati Rekor Xavi
Di balik kemenangan dramatis itu, Vitinha menunjukkan kualitasnya. Gelandang asal Portugal itu menguasai lini tengah sepanjang laga.
Ia mengalirkan bola dengan akurat dan tenang. Dalam pertandingan ini, Vitinha mencatat lebih dari 100 umpan sukses.
Catatan itu bukan yang pertama musim ini. Vitinha sudah menembus 100 umpan dalam tujuh dari sepuluh laga Liga Champions.
Statistik tersebut menempatkannya di daftar elite. Hanya Xavi yang mencatat angka lebih tinggi dalam satu musim. Xavi melakukannya sembilan kali pada 2010/2011 dan delapan kali pada 2012/2013.
Perbandingan itu menunjukkan konsistensi Vitinha. Ia tidak hanya menjaga ritme, tetapi juga membantu serangan tim.
Investasi PSG Terbukti Tepat
PSG merekrut Vitinha dari Porto pada 2022. Klub membayar sekitar 41,5 juta euro untuk jasanya.
Kini Vitinha memasuki musim keempat bersama PSG. Ia berkembang menjadi pemain kunci di lini tengah.
Musim ini menjadi periode terbaik dalam kariernya. Vitinha sudah mencatat 10 assist di semua kompetisi. Ia juga mencetak enam gol dari 35 pertandingan.
Selain itu, ia selalu tampil stabil di laga besar. Ia berani meminta bola dan mengatur permainan.
Karena itu, PSG kini memetik hasil dari investasi mereka. Vitinha membantu tim tetap tenang di tengah tekanan. Ia juga menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Dengan performa seperti ini, PSG memiliki modal kuat untuk melangkah lebih jauh. Mereka tidak hanya mengandalkan bintang depan. Mereka juga memiliki pengatur permainan yang konsisten di lini tengah.
“Baca Juga: One Battle After Another Sapu Bersih BAFTA 2026“








Discussion about this post