TrendArrow – Laga semifinal Copa del Rey antara Barcelona dan Atletico Madrid kembali memicu kontroversi. Keputusan VAR menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan.
Barcelona sudah tertinggal 4-0 saat babak pertama berakhir. Atletico tampil agresif dan mendominasi permainan sejak menit awal. Sementara itu, Barcelona gagal mengontrol tempo dan sering kehilangan bola.
Namun, harapan sempat muncul di babak kedua. Pau Cubarsi mencetak gol dan membakar semangat tim tamu. Para pemain Barcelona langsung merayakan gol tersebut dengan penuh keyakinan.
Akan tetapi, situasi berubah drastis. Wasit menerima panggilan dari ruang VAR dan menunda keputusan akhir.
“Baca Juga: Barcelona Incar Bek PSG Usai Transfer Dro Fernandez“

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Pemeriksaan Delapan Menit yang Memicu Amarah
Awalnya, wasit mengesahkan gol Cubarsi. Namun, VAR meminta peninjauan ulang karena dugaan offside. Proses pemeriksaan berlangsung sangat lama dan membuat stadion tegang.
VAR membutuhkan waktu delapan menit sebelum mengambil keputusan. Akhirnya, ofisial membatalkan gol tersebut karena posisi offside. Keputusan itu langsung memicu gelombang kritik luas.
Pakar La Liga, Terry Gibson, menyampaikan protes keras di media sosial. Ia menilai pemeriksaan delapan menit sebagai tindakan berlebihan.
Selain itu, jurnalis Pol Ballus juga menyuarakan kebingungannya dari stadion. Ia mengaku tidak memahami apa yang sedang diperiksa selama proses berlangsung.
Bahkan setelah layar stadion menampilkan tayangan ulang, perdebatan tetap berlanjut. Banyak pihak mempertanyakan transparansi dan kejelasan komunikasi dari perangkat pertandingan.
Kontroversi ini pun menambah daftar panjang polemik wasit di sepak bola Spanyol musim ini. Publik kembali mempertanyakan konsistensi penggunaan teknologi.
Barcelona Hadapi Tugas Berat di Leg Kedua
Dengan pembatalan gol tersebut, Barcelona tetap tertinggal agregat empat gol. Situasi ini jelas memperberat langkah mereka menuju final Copa del Rey 2026.
Kini, Barcelona harus mengejar defisit besar di leg kedua. Tim asuhan mereka wajib menang dengan selisih lima gol untuk lolos langsung ke final. Target tersebut tentu sangat berat melihat performa leg pertama.
Sebagai alternatif, Barcelona bisa menang dengan selisih empat gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Dua babak tambahan masing-masing 15 menit akan menentukan nasib kedua tim.
Jika agregat tetap imbang setelah perpanjangan waktu, laga berlanjut ke adu penalti. Namun, jika salah satu tim mencetak gol di masa tambahan, agregat langsung berubah dan menentukan hasil akhir.
Oleh karena itu, Barcelona harus tampil jauh lebih disiplin dan efektif. Mereka perlu memperbaiki pertahanan sekaligus meningkatkan ketajaman lini serang.
Kontroversi VAR memang memengaruhi emosi pertandingan. Meski begitu, Barcelona tetap memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Leg kedua kini menjadi panggung penentuan sekaligus ujian mental bagi seluruh skuad.
“Baca Juga: Benjamin Sesko Desak Starter MU Usai 5 Gol Beruntun“







Discussion about this post