TrendArrow – Hubungan antara Vinicius Junior dan pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, kini menjadi sorotan besar di Spanyol. Ketegangan muncul setelah Alonso menarik keluar Vinicius pada menit ke-71 dalam kemenangan atas Barcelona. Keputusan itu memicu reaksi emosional dari sang winger Brasil. Ia langsung menuju ruang ganti tanpa menyapa rekan setim di bangku cadangan.
“Baca Juga: Luka Modric Jadi Kunci Stabilitas AC Milan Musim Ini“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI.
Vinicius Merasa Tidak Dihargai
Vinicius merasa frustrasi karena terlalu sering diganti musim ini. Padahal, performanya di lapangan masih konsisten dan berpengaruh besar terhadap permainan tim. Keputusan Alonso dianggap tidak adil dan membuat Vinicius kehilangan kepercayaan diri.
Situasi ini kini menjadi bahan perdebatan di internal Real Madrid. Beberapa pemain merasa Alonso perlu lebih memahami kondisi psikologis pemain bintangnya. Sementara sebagian lainnya menilai pelatih berhak menegakkan disiplin dan menjaga keseimbangan tim.
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Rivaldo Turut Angkat Bicara
Legenda Brasil, Rivaldo, ikut menanggapi insiden tersebut dalam wawancara dengan stasiun radio COPE. Ia menilai kemarahan Vinicius bisa dimengerti meski tetap tidak dibenarkan.
“Saya tidak setuju dengan reaksi Vinicius,” ujar Rivaldo. “Namun, saya memahami alasannya. Ini bukan sekadar soal satu pertandingan, tetapi karena situasi yang terus berulang.”
Menurut Rivaldo, Alonso seharusnya bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. “Vinicius bermain bagus. Ia menjadi kunci permainan, berperan dalam gol kedua, dan menahan bola dengan baik,” katanya.
Keputusan Alonso Dinilai Tidak Taktis
Rivaldo menilai pergantian Vinicius tidak murni berdasarkan pertimbangan taktik. “Dia marah bukan hanya karena diganti,” lanjutnya. “Tapi karena hal ini sering terjadi. Ia bahkan pernah duduk di bangku cadangan dalam laga penting.”
Bagi Rivaldo, tindakan itu sulit diterima secara logis. “Dalam laga sebesar El Clasico, pemain seperti Vinicius seharusnya bertahan di lapangan hingga akhir,” tambahnya.
Sindiran Halus untuk Alonso
Rivaldo juga menyoroti cara Alonso memperlakukan pemain terbaik dunia tersebut. “Suka atau tidak, Vinicius masih pemain terbaik dunia versi FIFA,” tegasnya.
Ia menilai pergantian itu berisiko tinggi. “Jika Barcelona berhasil menyamakan skor, Real Madrid bisa kehilangan kemenangan. Vinicius mampu memastikan hasil positif dengan kualitasnya,” ujarnya.
Rivaldo kemudian menyindir Alonso dengan pernyataan tajam. “Kadang, pelatih yang dulunya bintang besar tidak suka melihat pemain lain lebih bersinar,” katanya.
Ia menilai kemungkinan ada motif pribadi di balik keputusan Alonso. “Mungkin Alonso ingin menunjukkan otoritas di ruang ganti,” lanjutnya. “Pesannya jelas: jika dia bisa mengganti Vinicius, maka dia bisa melakukan hal yang sama kepada siapa pun.”
Permintaan Maaf yang Tidak Menyebut Alonso
Setelah insiden itu, Vinicius sempat menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Namun, ia tidak menyebut nama Xabi Alonso dalam pernyataannya. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa hubungan mereka belum membaik.
Banyak pihak melihat langkah itu sebagai bentuk ketegangan yang belum selesai. Pihak klub belum memberikan komentar resmi, namun kabarnya manajemen Real Madrid akan memediasi keduanya sebelum laga melawan Valencia pada 2 November 2025.
Situasi Jelang Laga Berikutnya
Real Madrid akan menghadapi Valencia pada 2 November 2025 di ajang La Liga. Sementara Barcelona akan melawan Elche sehari setelahnya. Tekanan besar kini mengarah ke Alonso untuk menenangkan situasi di ruang ganti sebelum laga penting tersebut.
Jika konflik ini tidak segera diselesaikan, keharmonisan tim bisa terganggu. Real Madrid tentu tidak ingin masalah internal menghambat ambisi mereka di musim ini.
Dengan semua perhatian yang tertuju pada hubungan Alonso dan Vinicius, laga melawan Valencia bisa menjadi ujian besar bagi keduanya — antara profesionalitas, ego, dan kepemimpinan di klub sebesar Real Madrid.
“Baca Juga: Dani Alves Temukan Jalan Iman Usai Bebas dari Penjara“








Discussion about this post