
TrendArrow – Sebanyak 75 ribu penonton memadati L.A. Coliseum untuk menyaksikan laga pembuka MLS 2026. Mereka berharap melihat magis Lionel Messi bersama Inter Miami. Namun, LAFC justru menghancurkan harapan itu dengan kemenangan telak 3-0, Minggu pagi WIB.
Sejak awal laga, LAFC langsung menekan pertahanan Miami. Inter Miami mencoba menguasai bola, tetapi tuan rumah tampil lebih efektif. Akhirnya, tiga gol tanpa balas memastikan kemenangan meyakinkan bagi LAFC.
Di tengah euforia tuan rumah, seorang suporter berjersey Argentina berlari ke lapangan untuk mendekati Messi. Petugas keamanan segera mengamankan situasi tersebut. Messi hanya berjalan pelan dengan wajah kecewa setelah peluit akhir berbunyi.
Laga ini menjadi penampilan resmi pertama Messi pada tahun 2026. Ia memulai musim dengan target besar menuju Piala Dunia musim panas mendatang. Namun, hasil buruk ini menambah tekanan bagi sang megabintang.
“Baca Juga: Dani Olmo Jadi Penentu Kemenangan Barcelona“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
Kondisi Fisik Messi Jadi Sorotan
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Publik menyoroti kondisi fisik Messi setelah cedera hamstring pada pramusim Februari. Cedera tersebut sempat mengganggu persiapannya menyambut musim baru. Kini, di usia 38 tahun, setiap masalah fisik menjadi perhatian serius.
Sejak menit pertama, Messi terlihat kesulitan menemukan ritme permainan. Sentuhannya kerap meleset dari kontrol terbaiknya. Selain itu, beberapa umpannya gagal mencapai rekan setim dengan akurat.
Messi mengakui bahwa kebugaran menjadi syarat utama untuk tampil bersama Argentina. Ia belum memberikan komitmen penuh untuk Piala Dunia 2026. Ia memilih menilai kondisi tubuhnya secara bertahap.
“Saya ingin berada di sana dan membantu tim nasional jika saya benar-benar siap,” ujar Messi pada Oktober lalu. Ia menegaskan bahwa dirinya akan memantau kondisi tubuh setiap hari. Ia juga menyatakan antusiasme besar terhadap turnamen tersebut.
Namun demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada kesiapan fisiknya. Messi memahami bahwa Piala Dunia menuntut kondisi terbaik tanpa kompromi.
Son Heung-min Curi Panggung, LAFC Dominan
Di sisi lain, Son Heung-min tampil gemilang bersama LAFC. Ia memberikan assist krusial untuk gol pembuka David Martinez. Aksi tersebut langsung membakar semangat pendukung tuan rumah.
Penonton lebih banyak mengenakan warna hitam khas LAFC dibandingkan merah muda Inter Miami. Bahkan, sebagian suporter menyoraki Messi ketika ia terjatuh di akhir laga. Situasi ini menunjukkan bahwa reputasi besar tidak menjamin perlakuan istimewa.
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, mengambil tanggung jawab atas kekalahan tersebut. Ia mengakui bahwa LAFC pantas meraih kemenangan. Namun, ia menilai skor 3-0 tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga.
Mascherano menegaskan bahwa staf pelatih akan menganalisis permainan secara menyeluruh. Ia tidak ingin tim hanya fokus pada hasil akhir. Ia ingin memperbaiki detail permainan untuk laga berikutnya.
Argentina Menanti Keputusan Sang Kapten
Meski tampil di bawah standar, Messi tetap menunjukkan kilasan kualitasnya. Ia melepaskan beberapa umpan berbahaya meski tembakannya belum membuahkan gol. Karena itu, banyak pihak tetap percaya pada kemampuannya.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memilih bersikap tenang. Ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada sang kapten. Ia berjanji akan mendukung apa pun pilihan Messi.
Scaloni menyadari bahwa enam bulan bisa mengubah banyak hal. Oleh sebab itu, ia terus memantau perkembangan Messi di MLS. Kondisi fisik dan konsistensi permainan akan menjadi penentu utama.
Kini, waktu terus berjalan menuju Piala Dunia 2026. Messi menghadapi tantangan besar untuk membuktikan dirinya masih layak memimpin Argentina. Publik pun menanti jawaban dari sang legenda dalam beberapa bulan ke depan.








Discussion about this post