Pelatih John Herdman langsung menetapkan target jelas bersama Timnas Indonesia. Ia ingin melanjutkan fondasi yang dibangun Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Ia tidak hanya menyampaikan rencana. Sebaliknya, ia langsung menunjukkan kerja nyata sejak awal masa tugasnya.
Ia membuktikan pendekatannya saat Timnas Indonesia tampil di FIFA Series 2026. Tim menghadapi Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria dengan gaya yang mulai berubah.
Selain itu, Herdman menilai struktur pertahanan lama sudah kuat. Oleh karena itu, ia tetap mempertahankan formasi tiga bek warisan era Shin Tae-yong.
Namun, ia tidak berhenti di situ. Ia mulai memodifikasi peran pemain agar sistem menjadi lebih fleksibel.
“Baca Juga: Bernardo Silva Tinggalkan Man City, Barca vs Juventus“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI
Herdman Perkuat Keseimbangan Lini Tengah dan Belakang
Herdman meminta gelandang bekerja lebih aktif saat bertahan. Mereka harus membantu sebelum lawan menekan lini belakang.
Akibatnya, pergerakan lini tengah dan belakang terlihat lebih kompak. Semua pemain bergerak secara bersamaan dalam satu sistem.
Sebagai contoh, Calvin Verdonk sering bergerak ke tengah. Padahal, ia berposisi asli sebagai bek kiri.
Selain itu, pemain belakang juga berani naik membantu serangan. Namun, pemain lain segera mengisi ruang kosong.
Dengan cara ini, tim menjaga keseimbangan. Herdman berhasil membuat setiap pemain memahami perannya secara menyeluruh.

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Filosofi Ofensif Tetap Dipertahankan
Herdman tetap mengadopsi pendekatan menyerang dari era Kluivert. Ia mendorong pemain depan aktif membuka ruang dan membangun serangan.
Ole Romeny sering turun ke lini tengah. Ia membantu mengalirkan bola sebelum menyerang.
Selain itu, Herdman mengambil keputusan berani. Ia tidak menggunakan playmaker sebagai pusat permainan.
Keputusan ini membuat beberapa pemain harus tersisih. Nama seperti Marc Klok, Ezra Walian, dan Ricky Kambuaya jarang mendapat peran utama.
Meski begitu, Herdman tetap fokus pada sistem tim. Ia ingin semua pemain berkontribusi dalam pola kolektif.
Sektor Serangan Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Timnas Indonesia masih menghadapi kendala di lini depan. Herdman belum menemukan striker yang benar-benar tajam.
Namun, ia masih memiliki waktu untuk mengevaluasi. Ia terus memantau pemain yang bisa memperkuat serangan.
Pengamat sepak bola, Gusnul Yakin, memberikan pandangannya. Ia menilai Herdman sukses melanjutkan fondasi sebelumnya.
Namun, ia juga melihat Herdman membawa pendekatan baru sesuai visinya.
Permainan Timnas Indonesia Kini Lebih Dinamis
Gusnul Yakin melihat perubahan besar dalam gaya bermain tim. Ia membandingkan dengan era sebelumnya.
Ia menilai era Shin Tae-yong terlalu fokus bertahan. Sementara itu, era Kluivert terlalu menekankan penguasaan bola.
Kini, Herdman menghadirkan keseimbangan. Semua pemain aktif membantu dalam menyerang dan bertahan.
Sebagai contoh, Jay Idzes dan Rizki Ridho berani naik membantu serangan.
Namun, pemain lain langsung menutup posisi yang kosong. Dengan demikian, tim tetap stabil di semua lini.
Gusnul Yakin merasa optimistis. Ia yakin Herdman bisa menyempurnakan proyek Timnas Indonesia ke depan.
“Baca Juga: Performa Positif Timnas Indonesia di Final Jadi Harapan“








Discussion about this post