TrendArrow – Alfredo Magni, mantan pelatih kiper AC Milan, melontarkan kritik keras kepada PSG terkait keputusan melepas Gianluigi Donnarumma. Magni pernah membimbing Donnarumma sejak akhir 2014 hingga 2018, saat sang kiper baru menginjak usia remaja.
“Baca Juga: Senne Lammens Ungkap Alasan Pilih Gabung Manchester United“
Menurut Magni, PSG membuat kesalahan besar dengan memilih Lucas Chevalier ketimbang mempertahankan Donnarumma. Ia menegaskan bahwa kiper asal Italia tersebut masih memiliki potensi luar biasa untuk menjadi yang terbaik di dunia.
“Saya heran PSG menyingkirkan Donnarumma hanya karena dianggap lemah dalam distribusi bola. Padahal Pep Guardiola menginginkannya. Itu bukti kemampuan yang bisa dikembangkan,” ujar Magni kepada La Gazzetta dello Sport.
Ia menilai PSG seharusnya berusaha membina Donnarumma, bukan malah menyerahkan posisinya kepada Chevalier.
Potensi Donnarumma sebagai Kiper Modern
Magni menjelaskan bahwa peran kiper modern tidak berhenti pada menjaga gawang. Saat ini, pelatih membutuhkan penjaga gawang yang bisa terlibat aktif dalam membangun serangan. Donnarumma, menurut Magni, sudah memiliki dasar kemampuan untuk memenuhi tuntutan tersebut.
“Kiper harus mampu membuat keputusan tepat dan menjaga bola tetap dikuasai tim. Soal kecepatan sirkulasi bola, itu bisa dilatih kapan saja,” tegasnya.
Magni juga menyoroti sikap kerja keras Donnarumma. Ia menilai kiper berusia 26 tahun tersebut memiliki etos latihan tinggi dan siap menyesuaikan diri dengan instruksi pelatih. Dengan latihan spesifik seperti penguatan pergelangan kaki serta peningkatan koordinasi, kelemahan distribusi bola bisa cepat diperbaiki.
Harapan Besar di Manchester City
Kepindahan Donnarumma ke Manchester City membuka babak baru yang penuh peluang. Magni percaya Guardiola mampu mengoptimalkan potensi sang kiper dengan metode latihan yang terstruktur.
“Dalam tiga bulan saja, dengan analisis dan latihan yang tepat, Donnarumma akan berkembang signifikan. Tambahkan penguatan fisik dan repetisi tendangan, hasilnya akan terlihat jelas,” kata Magni optimistis.
Guardiola dikenal sebagai pelatih yang detail dalam aspek permainan. Sistem yang ia terapkan menuntut kiper berperan penting dalam membangun serangan dari lini belakang. Situasi ini diyakini sangat cocok untuk membantu Donnarumma meningkatkan kelemahan sekaligus mengasah kekuatannya.
PSG Kehilangan Pemain Potensial
Magni menyayangkan sikap PSG yang melepas salah satu aset terbaiknya. Menurutnya, Donnarumma masih memiliki jalan panjang untuk menjadi kiper paling lengkap di dunia. Ia menegaskan bahwa PSG telah kehilangan kesempatan besar membentuk penjaga gawang terbaik di generasinya.
Keputusan ini semakin menegaskan perbedaan filosofi antara PSG dan Manchester City. Jika PSG menilai Donnarumma tidak sesuai gaya permainan mereka, Guardiola justru melihat peluang emas untuk menjadikannya lebih matang.
Kesempatan Emas untuk Donnarumma
Kini, semua mata tertuju pada kiprah Donnarumma di Premier League bersama Manchester City. Tanggung jawab besar menanti, tetapi kepercayaan Guardiola bisa menjadi faktor utama dalam transformasinya.
Donnarumma hadir dengan reputasi besar sebagai juara Euro 2020 dan pilar Timnas Italia. Dengan bimbingan Guardiola, ia berkesempatan membuktikan diri sebagai kiper lengkap yang tidak hanya jago menjaga gawang, tetapi juga piawai membangun serangan.
“Baca Juga: Barcelona Ngebut Siapkan Camp Nou Jelang Lawan Valencia“








Discussion about this post