TrendArrow – Adrien Rabiot menjadi salah satu transfer paling mengejutkan pada bursa musim panas 2025. Setelah berseragam Marseille, gelandang asal Prancis itu kini resmi berkostum AC Milan.
“Baca Juga: Prediksi Derby Manchester: MU Lebih Diunggulkan Lawan Man City“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI.
- Ikuti Update Seputar Sepak Bola di Sosial Media Instagram dan Tiktok dari Trendarrow.com
- RESMI! Bang Jay ke Sassuolo!
Setelah berbagai rumor beredar, akhirnya kapten kebanggaan kita resmi gabung Sassuolo!- SAH! Bang Jay ke Sassuolo! Rumor jadi kenyataan, kapten Timnas kita resmi merapat ke Sassuolo!
Konflik di Marseille Membuka Jalan ke Milan
Rabiot semula masih fokus membela Marseille. Namun, situasi berubah setelah perseteruannya dengan Jonathan Rowe di ruang ganti pecah ke publik. Konflik tersebut membuat posisinya goyah. Klub akhirnya memasukkan namanya ke daftar jual, memberi kesempatan Milan bergerak cepat.
Rossoneri segera mengajukan tawaran sebesar €10 juta termasuk bonus. Negosiasi berlangsung singkat dan keduanya mencapai kesepakatan. Milan mengikat Rabiot dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Transfer ini langsung dianggap penting untuk memperkuat lini tengah tim.
Reuni dengan Allegri
Kedatangan Rabiot juga membuka reuni dengan Massimiliano Allegri. Pelatih asal Italia itu pernah melatihnya di Juventus. Di bawah asuhan Allegri, Rabiot berkembang menjadi gelandang yang lebih matang. Kini, keduanya kembali bekerja sama di Milan dengan ambisi baru di San Siro.
Bagi Rabiot, kehadiran Allegri menjadi faktor besar dalam keputusannya. Ia menilai Allegri bukan hanya pelatih hebat, tetapi juga pribadi yang sangat dekat dengannya.
Proses Transfer Berjalan Cepat
Rabiot menceritakan bagaimana proses kepindahannya berjalan sangat singkat. Awalnya, ia masih terikat kontrak dengan Marseille. Namun, situasi di klub berubah drastis setelah konflik internal.
Dalam waktu bersamaan, Allegri menghubunginya dan menjelaskan proyek Milan. Rabiot merasa proyek itu sesuai dengan ambisinya. Semuanya selesai dalam hitungan hari, dan Milan segera mengumumkan dirinya sebagai rekrutan anyar.
“Saya berbicara dengan Allegri saat ia tiba di Milan. Setelah konflik di Marseille, ia kembali menelepon saya. Ia menjelaskan proyek tim, dan akhirnya, semuanya berjalan cepat,” kata Rabiot kepada MilanNews.
Hubungan Erat dengan Allegri
Rabiot menilai hubungan dengan Allegri sangat spesial. Sejak hari pertama di Juventus, ia langsung merasa akrab dengan sang pelatih. Ia menilai Allegri memiliki mentalitas juara yang sama dengannya.
“Kami banyak berbagi. Allegri punya mentalitas tepat untuk menang. Ia hidup untuk sepak bola, sama seperti saya,” ungkap Rabiot. Menurutnya, komunikasi mereka tetap terjalin meski sudah berpisah. Bahkan, ia menyebut masih sering bertemu dan berdiskusi dengan Allegri di luar lapangan.
Hal itu membuat keputusannya bergabung ke Milan terasa alami. Bagi Rabiot, bekerja kembali dengan Allegri bukan sekadar tentang karier, tetapi juga soal kenyamanan pribadi.
Ambisi Baru di San Siro
Kini, Rabiot siap membuka babak baru bersama Milan. Ia berharap bisa membawa Rossoneri bersaing di Serie A dan Liga Champions. Reuni dengan Allegri membuatnya percaya diri bahwa tim bisa mencapai target besar.
Rabiot juga ingin membuktikan dirinya masih bisa bersaing di level tertinggi. Dengan pengalaman panjang di Juventus, Marseille, dan tim nasional Prancis, ia datang dengan ambisi besar untuk membantu Milan kembali berjaya.
Kesimpulan
Transfer Adrien Rabiot ke AC Milan menjadi cerita menarik pada musim panas ini. Konflik di Marseille membuka jalan menuju San Siro. Milan bergerak cepat, Allegri memberi keyakinan, dan Rabiot siap menatap tantangan baru. Reuni ini bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga soal kepercayaan dan ikatan pribadi antara pemain dan pelatih.
“Baca Juga: Chelsea Kejutkan Publik dengan Trio Terbuang di Skuad Liga“








Discussion about this post