TrendArrow – Fluminense gagal mengonversi dominasi permainan menjadi kemenangan saat menghadapi Borussia Dortmund di laga pembuka Grup C Piala Dunia Antarklub 2025.
Pertandingan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Selasa, 17 Juni 2025 malam WIB. Kedua tim berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit.
“Baca Juga: Arsenal Bidik Ollie Watkins Usai Gagal Gaet Gyokeres“
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI.
Fluminense Tampil Dominan Sepanjang Laga
Fluminense langsung menggebrak sejak awal laga. Mereka menguasai bola dan mendikte ritme permainan lewat kerja sama Arias, Canobbio, dan Everaldo.
Trio ini silih berganti mengancam pertahanan Dortmund yang dipimpin oleh Anton dan Sule. Tim asal Brasil tampil agresif, tetapi selalu gagal mencetak gol karena finishing yang kurang tajam dan penyelamatan gemilang Gregor Kobel.
Babak Pertama: Kobel Jadi Penghalang Utama Fluminense
Pada menit ke-16, Arias nyaris mencetak gol lewat tembakan keras ke gawang Dortmund. Namun, Gregor Kobel berhasil menepis bola dengan penyelamatan luar biasa.
Tak lama kemudian, sundulan Martinelli hanya meleset tipis dari gawang. Tekanan demi tekanan terus datang dari Fluminense, terutama lewat sisi kanan yang dikomandoi Arias.
Hercules mencoba peruntungan dari jarak jauh pada menit ke-28. Tendangannya hanya berselisih beberapa sentimeter dari tiang gawang.
Menjelang turun minum, Kobel kembali menyelamatkan gawangnya dari dua tembakan keras yang dilepaskan Nonato dan Arias. Meski menguasai laga, Fluminense gagal mencetak gol dan skor tetap 0-0 saat turun minum.
Babak Kedua: Dortmund Bertahan, Fluminense Gagal Finishing
Fluminense mempertahankan intensitas serangan di awal babak kedua. Canobbio mendapat peluang emas, namun Anton menghalau bola tepat waktu.
Everaldo juga hampir mencetak gol usai menerima umpan dari Arias. Kobel lagi-lagi menggagalkan peluang tersebut dengan dua penyelamatan beruntun. Sayangnya, salah satu peluang itu akhirnya dianulir karena offside.
Dortmund mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Jobe Bellingham dan Nmecha. Namun, mereka tetap sulit mengembangkan permainan karena terus ditekan.
Kiper Fabio Tampil Stabil Saat Dortmund Bangkit
Kiper Fluminense, Fabio, juga menunjukkan ketenangan saat menepis dua tembakan dari Sabitzer dan Nmecha. Ia menjaga konsentrasi dan memastikan gawangnya tetap aman.
Paulo Baya dan Serna masuk sebagai pemain pengganti dan mencoba memberikan variasi serangan. Namun, usaha mereka belum membuahkan hasil hingga menit ke-80.
Di penghujung laga, Dortmund sempat melancarkan serangan balik. Sule dan Svensson mencoba membangun peluang, tapi Fabio menggagalkan ancaman tersebut.
Tambahan Waktu Tak Ubah Hasil
Tambahan waktu enam menit tidak memberikan perubahan berarti. Kedua tim gagal mencetak gol hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil imbang ini membuat Fluminense dan Dortmund sama-sama meraih satu poin di klasemen sementara Grup C.
Laga selanjutnya akan sangat menentukan bagi keduanya dalam upaya lolos ke fase gugur.
Susunan Pemain
Fluminense XI:
Fabio, Rene, Freytes, Silva, Xavier, Hercules, Martinelli, Nonato, Canobbio, Arias, Everaldo
Borussia Dortmund XI:
Kobel, Bensebaini, Anton, Sule, Gross, Sabitzer, Svensson, Ryerson, Brandt, Adeyemi, Guirassy
Kesimpulan:
Fluminense menunjukkan performa mengesankan namun gagal mencetak gol karena penyelesaian akhir yang buruk. Dortmund harus segera memperbaiki lini serang mereka jika ingin bersaing di grup ini.
“Baca Juga: Yolla Yuliana Umumkan Pensiun dari Timnas Voli Putri“








Discussion about this post