TrendArrow – Fenomena menarik muncul setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Banyak pemain diaspora kemudian memilih melanjutkan karier di Liga Indonesia.
Sebelumnya, sebagian besar pemain tersebut bermain di klub Eropa. Namun, situasi karier dan peluang bermain membuat mereka mencari tantangan baru.
Sejumlah pemain kini memperkuat klub di BRI Super League musim 2025/2026. Mereka datang dengan pengalaman sepak bola Eropa yang cukup kuat.
Namun, perjalanan mereka di Liga Indonesia tidak selalu berjalan mulus. Beberapa pemain mampu beradaptasi dengan cepat. Sementara itu, beberapa pemain masih kesulitan mendapat tempat utama.
Dari sepuluh pemain diaspora yang kini bermain di liga, hanya beberapa pemain yang tampil konsisten.
“Baca Juga: Jadwal MotoGP Thailand 2026 & Link Live Streaming“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Jordi Amat Jadi Pilar Penting Persija Jakarta
Jordi Amat tampil sebagai pemain diaspora paling konsisten musim ini. Bek senior tersebut langsung menjadi pemain penting bagi Persija Jakarta.
Pengalaman bermain di level internasional membantu Amat beradaptasi dengan cepat. Ia mampu membaca permainan dengan sangat baik.
Menariknya, pelatih sering memainkan Amat sebagai gelandang bertahan. Perubahan posisi tersebut tidak mengurangi kualitas permainannya.
Hingga saat ini, Amat sudah memainkan 21 pertandingan di BRI Super League. Ia juga membantu Persija menjaga keseimbangan permainan tim.
Thom Haye dan Eliano Reijnders Bersinar di Persib
Persib Bandung juga mendapatkan kontribusi besar dari pemain diaspora. Thom Haye menjadi salah satu pemain paling berpengaruh musim ini.
Haye tampil sangat konsisten di lini tengah Persib. Ia mengatur ritme permainan sekaligus membantu serangan tim.
Perannya di Persib berbeda dari perannya di Timnas Indonesia. Di tim nasional, Haye lebih sering bermain sebagai gelandang bertahan.
Namun di Persib, ia lebih aktif mengatur serangan.
Selain Haye, Eliano Reijnders juga menunjukkan perkembangan positif. Banyak pengamat sempat meragukan performanya di awal kedatangan.
Namun pelatih Bojan Hodak memberi kepercayaan penuh kepada pemain tersebut. Hingga kini, Eliano sudah memainkan 18 pertandingan.
Ia juga sering bermain di berbagai posisi.
Jens Raven Dapat Kesempatan di Bali United
Jens Raven mendapatkan kesempatan bermain bersama Bali United. Ia memang tidak selalu menjadi pilihan utama.
Namun pelatih tetap memberinya ruang dalam rotasi tim.
Sejauh ini, Raven sudah memainkan 17 pertandingan di BRI Super League. Ia mencatat satu gol dan dua assist.
Catatan tersebut masih berpotensi meningkat jika ia mendapat menit bermain lebih banyak.
Rafael Struick Masih Kesulitan Menemukan Performa
Rafael Struick bergabung dengan Dewa United dengan harapan menemukan kembali performanya. Dua musim terakhir memang menjadi periode sulit bagi penyerang muda tersebut.
Namun hingga kini, Struick belum menunjukkan perkembangan besar. Ia sudah memainkan 11 pertandingan musim ini.
Sayangnya, ia belum mencetak satu gol pun. Bahkan, ia mulai kehilangan kesempatan bermain.
Beberapa Pemain Masih Kesulitan Mendapatkan Tempat
Beberapa pemain diaspora lain juga menghadapi situasi sulit di klub mereka.
Mauro Zijlstra mengalami persaingan ketat di lini depan Persija Jakarta. Selain itu, cedera sempat mengganggu proses adaptasinya.
Ivar Jenner memilih bergabung dengan Dewa United melalui kontrak jangka pendek. Ia ingin tetap bermain sambil menunggu peluang kembali ke Eropa.
Namun kontribusinya masih terbatas. Ia baru tampil dalam empat pertandingan musim ini.
Dion Markx juga belum mendapat banyak kesempatan di Persib Bandung. Ia harus bersaing dengan Kakang Rudianto di posisi bek kanan.
Sementara itu, Shayne Pattynama masih menunggu kesempatan reguler di Persija. Pelatih lebih sering memainkan Dony Tri Pamungkas sebagai bek kiri.
Di sisi lain, Cyrus Margono bahkan belum menjalani debutnya di liga. Ia harus bersaing dengan Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa di posisi penjaga gawang.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pengalaman Eropa tidak selalu menjamin kesuksesan di Liga Indonesia. Namun, perjalanan musim masih panjang dan peluang masih terbuka.
“Baca Juga: Barcelona Kejar Comeback Dramatis Lawan Atletico“








Discussion about this post