TrendArrow – Inter Milan akan menjamu Arsenal pada matchday 7 fase liga Liga Champions 2025/2026.
Pertandingan ini akan berlangsung di San Siro pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 03.00 WIB.
Laga ini menjadi ujian besar bagi Inter yang sedang kehilangan konsistensi di Eropa.
Sebaliknya, Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa sempurna.
Selain itu, tekanan besar mengarah ke kubu tuan rumah karena sejarah klub ikut terancam.
Inter belum pernah mencatatkan tiga kekalahan beruntun dalam satu edisi Liga Champions.
“Baca Juga: Barcelona Kalah dari Sociedad, Fermin Lopez Sindir Wasit“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI
Arsenal Datang dengan Modal Rekor Sempurna
Arsenal tampil sebagai tim paling stabil sepanjang fase liga musim ini.
Tim asal London tersebut menyapu bersih enam kemenangan dari enam pertandingan.
Dengan hasil itu, Arsenal memimpin klasemen sementara dengan koleksi 18 poin.
Mereka unggul tiga poin dari pesaing terdekat di papan atas.
Pada matchday 6, Arsenal meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Club Brugge.
Hasil tersebut menegaskan konsistensi performa mereka di semua lini.
Selain itu, Arsenal menunjukkan pertahanan yang sangat solid sepanjang kompetisi.
Mereka hanya kebobolan tiga gol dari sepuluh laga fase liga terakhir.
Bahkan, Arsenal mencatatkan 12 clean sheet dari 17 pertandingan terakhir di fase grup atau liga.
Namun, mereka masih mengejar rekor tujuh kemenangan beruntun di kompetisi Eropa.

🚨⚽ John Herdman resmi memilih Indonesia!
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini dikabarkan menolak tawaran Honduras dan Jamaika.
Ia memilih bertahan dan fokus pada proyek jangka panjang Timnas Indonesia 🇮🇩🔥
📌 Profil Singkat John Herdman
🏴 Kebangsaan: Inggris
🎂 Usia: 50 tahun (19 Juli 1975)
📋 Lisensi: UEFA Pro
🧠 Formasi favorit: 3-4-2-1
Sinyal kuat bahwa proyek Timnas bukan sekadar jangka pendek.
Menurut kamu, sejauh mana Herdman bisa membawa Indonesia melangkah? 👇🇮🇩
#TimnasIndonesia #JohnHerdman #SepakBolaIndonesia #Garuda #Football
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Inter Milan Berjuang Lepas dari Tren Negatif
Inter memasuki laga ini dengan kondisi yang jauh dari ideal.
Mereka kalah 1-2 saat bertandang ke Atletico Madrid pada matchday 5.
Kemudian, Inter kembali kalah 0-1 dari Liverpool di San Siro pada matchday 6.
Kekalahan itu mengakhiri rekor 18 laga kandang tanpa kekalahan sejak September 2022.
Kini, Inter mencatatkan dua kekalahan beruntun di Liga Champions.
Catatan tersebut menempatkan mereka di bawah tekanan besar jelang laga ini.
Inter belum pernah kalah tiga kali berturut-turut dalam satu musim Liga Champions.
Namun, ancaman itu nyata karena Arsenal sedang berada dalam performa terbaik.
Meski begitu, Inter masih menyimpan modal kandang yang cukup meyakinkan.
Mereka memenangi enam dari delapan laga kandang terakhir melawan klub Inggris.
Rekam Jejak Panjang di Panggung Eropa
Inter dan Arsenal memiliki sejarah pertemuan yang cukup panjang di kompetisi Eropa.
Pada musim lalu, Inter menang 1-0 lewat penalti Hakan Calhanoglu.
Kekalahan tersebut menjadi satu-satunya hasil buruk Arsenal dalam sepuluh laga fase liga berikutnya.
Hal itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan kedua tim.
Pertemuan ikonik juga terjadi pada fase grup musim 2003/2004.
Saat itu, Arsenal menang telak 5-1 di Milan.
Namun, Inter membalas dengan kemenangan 3-0 saat bermain di London.
Hasil tersebut memperlihatkan keseimbangan kekuatan kedua tim.
Faktor Emosional dan Keyakinan Nerazzurri
Laga ini juga membawa nuansa emosional bagi Henrikh Mkhitaryan.
Gelandang Inter tersebut pernah membela Arsenal pada periode 2018 hingga 2019.
Selama membela Arsenal, Mkhitaryan mencetak sembilan gol dari 59 penampilan.
Pengalaman tersebut bisa memberi motivasi tambahan bagi sang pemain.
Arsenal memiliki catatan positif melawan klub Serie A dalam beberapa musim terakhir.
Namun, Inter tetap percaya pada pengalaman panjang mereka di Liga Champions.
Kini, Inter berharap atmosfer San Siro dan dukungan suporter bisa menjadi pembeda.
Sementara itu, Arsenal berambisi menjaga rekor sempurna mereka tetap utuh.
“Baca Juga: Mbappe Bela Vinicius dan Bellingham dari Cemoohan Fans“








Discussion about this post