TrendArrow – Luka Modric membuat pilihan berbeda dalam ajang Best FIFA Football Awards.
Ia tidak memasukkan satu pun pemain Real Madrid ke tiga besar pilihannya.
Sebagai kapten Kroasia, Modric memiliki hak suara resmi.
Kini, ia bermain untuk AC Milan dan menilai performa dengan sudut pandang baru.
Modric menilai pemain berdasarkan konsistensi dan dampak tim.
Ia juga memberi perhatian besar pada peran gelandang modern.
“Baca Juga: PSG Tanpa Galacticos Ukir Sejarah Emas Sepanjang 2025“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI
- Join Grup Bahas Bola Trendarrow dengan KLIK DI SINI
Kriteria Penilaian Modric Lebih Menyeluruh
Modric tidak terpaku pada popularitas pemain.
Ia memprioritaskan kontribusi kolektif sepanjang musim.
Ia juga menghargai pemain muda yang tampil stabil.
Menurutnya, peran tanpa sorotan tetap menentukan hasil tim.
Pendekatan ini menjelaskan pilihan yang terasa mengejutkan.
Namun, pilihan tersebut tetap memiliki dasar kuat.

🔥 Ibrahimovic desak AC Milan datangkan Robert Lewandowski!
Rumor panas dari Italia menyebut Zlatan ingin Rossoneri punya mesin gol kelas dunia di lini depan.
Nama Lewandowski langsung muncul sebagai target utama! ⭐️
Yang makin heboh, Lewy disebut terbuka pindah ke Milan, apalagi jika Rossoneri lolos Liga Champions.
Bayangkan duet visi Ibra sebagai petinggi klub + insting gol Lewandowski di San Siro…
Milanistas siap? Ini bisa jadi transfer paling gila musim depan! 😳🔴⚫
#ACMilan #Lewandowski #Ibrahimovic #SerieA #Rossoneri
UPDATE OLAHRAGA & BOLA DI SOSIAL MEDIA
INSTAGRAM – TIKTOK – FACEBOOK Trendarrow.com
JOIN GRUP >>>> BAHAS DAN TEBAK SKOR
- IKUTI UPDATE SEPUTAR SEPAK BOLA DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM DAN TIKTOK DARI Trendarrow.com
- “Baca Juga: Cape Verde Cetak Sejarah! Negara kecil di Afrika lolos Piala Dunia untuk pertama kalinya!“
- “Baca Juga: Cape Verde bikin kejutan dunia! Negara kecil 590 ribu penduduk ini lolos Piala Dunia pertama kalinya!“
Posisi Ketiga: Lamine Yamal
Lamine Yamal menempati posisi ketiga versi Modric.
Pilihan ini mengejutkan karena Yamal membela rival Madrid.
Yamal tampil luar biasa bersama Barcelona sepanjang musim.
Ia menjaga konsistensi di level tertinggi.
Pada musim 2024/2025, Yamal mencetak 21 gol.
Ia juga menyumbang 22 assist di semua kompetisi.
Kontribusi tersebut mengantar Barcelona meraih treble domestik.
Prestasi itu memperkuat alasan Modric memilihnya.
Posisi Kedua: Ousmane Dembele
Ousmane Dembele berada di posisi kedua.
Ia bahkan meraih Ballon d’Or dan Best FIFA tahun itu.
Modric tetap menempatkan Dembele di bawah satu nama lain.
Namun, ia mengakui dampak besar Dembele.
Bersama Paris Saint-Germain, Dembele tampil menentukan.
Ia menjadi kunci keberhasilan PSG di Liga Champions.
Dembele mencetak 35 gol sepanjang tahun.
Ia juga menyumbang delapan gol di Liga Champions.
Posisi Pertama: Vitinha
Vitinha menjadi pilihan utama Modric.
Keputusan ini menegaskan solidaritas antargelandang.
Vitinha mengatur tempo permainan PSG dengan konsisten.
Ia menjaga keseimbangan tim di setiap pertandingan penting.
Perannya sering luput dari sorotan utama.
Namun, pelatih dan rekan setim memberi pujian tinggi.
Meski hanya finis ketujuh dalam voting FIFA, Modric menilai Vitinha paling layak.
Ia menempatkan pengaruh permainan di atas statistik semata.
Makna Pilihan Modric bagi Sepak Bola
Pilihan Modric menunjukkan sudut pandang berbeda.
Ia menekankan nilai kerja tim dan kecerdasan bermain.
Daftar ini juga memberi ruang bagi pemain muda.
Selain itu, Modric mengangkat pentingnya peran gelandang.
Pendekatan tersebut memberi warna baru pada penilaian individu.
Sepak bola modern membutuhkan lebih dari sekadar popularitas.
“Baca Juga: Joshua Zirkzee Bersinar di Laga Man Utd vs Wolves“








Discussion about this post