TrendArrow – Barcelona Kalah dari Sevilla: Barcelona akhirnya menelan kekalahan pertama mereka di La Liga musim 2025/2026 setelah kalah 1-2 dari Sevilla. Pertandingan panas di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan itu berlangsung keras dan penuh emosi. Kontroversi terjadi saat wasit Alejandro Muniz Ruiz memberikan penalti kepada Sevilla pada menit ke-13.
“Baca Juga: Mbappe Cedera Usai Bantu Real Madrid Kalahkan Villarreal“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI.
- Ikuti Update Seputar Sepak Bola di Sosial Media Instagram dan Tiktok dari Trendarrow.com
- RESMI! Bang Jay ke Sassuolo! Setelah berbagai rumor beredar, akhirnya kapten kebanggaan kita resmi gabung Sassuolo!
- SAH! Bang Jay ke Sassuolo! Rumor jadi kenyataan, kapten Timnas kita resmi merapat ke Sassuolo!
Kontroversi VAR dan Reaksi Araujo
Awalnya, wasit tidak memberikan penalti atas duel antara Ronald Araujo dan Isaac Romero. Namun, VAR memanggil wasit untuk meninjau ulang insiden tersebut. Setelah beberapa menit pemeriksaan, keputusan mengejutkan muncul: penalti untuk Sevilla. Tayangan ulang justru memperlihatkan Araujo yang tampak dijatuhkan oleh Romero. Meski begitu, keputusan tidak berubah.
Araujo menunjukkan rasa frustrasi dengan menepuk tangan secara sarkastik. Dari bangku cadangan, ekspresi para pemain dan staf Barcelona memperlihatkan kebingungan. Pelatih Hansi Flick mencoba menenangkan suasana dan menegaskan bahwa kekalahan tidak semata karena keputusan penalti itu.
Barcelona Buang Banyak Peluang
Barcelona sebenarnya menciptakan banyak peluang untuk menyamakan kedudukan. Robert Lewandowski gagal mengeksekusi penalti dengan baik. Roony Bardghji juga melewatkan kesempatan emas untuk mencetak gol pertamanya. Beberapa kali, bola hanya melebar tipis dari gawang Sevilla.
Kiper Wojciech Szczesny tampil luar biasa di bawah mistar Barcelona. Ia menggagalkan sejumlah tembakan berbahaya pada babak pertama. Namun, kelemahan di lini belakang tetap menjadi masalah besar. Sevilla memanfaatkan celah di pertahanan tinggi Barcelona untuk menciptakan tekanan konstan.
Pada babak kedua, dua gol tambahan dari tuan rumah memastikan kemenangan mereka. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Sevilla atas Barcelona dalam sepuluh tahun terakhir. Sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Blaugrana di musim ini.
Flick Mulai Ditekan Setelah Dua Kekalahan Beruntun
Hansi Flick kini berada dalam situasi sulit. Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Barcelona kalah di Liga Champions. Tekanan terhadap pelatih asal Jerman itu meningkat tajam. Jadwal berat menanti, termasuk laga melawan Girona, Olympiacos, dan Real Madrid usai jeda internasional.
Flick menolak menyalahkan sistem permainan dengan garis pertahanan tinggi. Ia mengatakan timnya hanya perlu memperbaiki eksekusi dan fokus pada momen penting. Menurutnya, para pemain harus lebih tenang saat menghadapi tekanan di lapangan.
Secercah Harapan dari Marcus Rashford
Di tengah pekan suram Barcelona, Marcus Rashford memberi sedikit harapan. Ia kembali mencetak gol dan menunjukkan semangat tinggi di lini depan. Meski masa depannya di klub masih belum pasti, Rashford membuktikan kualitasnya saat tim membutuhkan. Flick menyebut Rashford sebagai contoh profesional yang bisa menginspirasi rekan setimnya.
Posisi Barcelona di Klasemen Sementara
Kekalahan ini membuat Barcelona turun ke posisi kedua klasemen sementara La Liga. Mereka mengumpulkan 19 poin dari delapan laga. Real Madrid memimpin dengan 21 poin, diikuti Villarreal di peringkat ketiga dengan 16 poin. Sevilla naik ke peringkat tujuh setelah kemenangan bersejarah ini.
Klasemen La Liga 2025/2026:
- Real Madrid – 21 poin
- Barcelona – 19 poin
- Villarreal – 16 poin
- Espanyol – 15 poin
- Athletic Club – 13 poin
- Elche – 13 poin
- Sevilla – 13 poin
- Atletico Madrid – 12 poin
- Real Betis – 12 poin
- Alaves – 11 poin
Barcelona Kalah dari Sevilla: Evaluasi dan Harapan ke Depan
Barcelona harus segera bangkit jika ingin mempertahankan gelar juara. Flick dituntut memperbaiki pertahanan dan meningkatkan efisiensi serangan. Pertandingan melawan Girona setelah jeda internasional akan menjadi ujian penting bagi mental dan konsistensi tim.
Meski kekalahan ini menyakitkan, Barcelona masih memiliki peluang besar di puncak klasemen. Dengan perbaikan disiplin dan fokus, mereka bisa kembali ke jalur kemenangan dan menjaga ambisi juara tetap hidup.
“Baca Juga: Vinicius Jr Cetak Dua Gol, Tapi Janji Belum Puas“








Discussion about this post