TrendArrow – Timnas Indonesia harus beradaptasi dengan pola baru jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa skuad Garuda tidak bisa lagi menjalani training camp panjang seperti era sebelumnya.
“Baca Juga: Real Oviedo vs Barcelona: Jadwal Live Streaming LaLiga“
- Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Bola & Olahraga, kamu bisa join di Channel WA Trendarrow.com dengan KLIK DI SINI.
- Ikuti Update Seputar Sepak Bola di Sosial Media Instagram dan Tiktok dari Trendarrow.com
- RESMI! Bang Jay ke Sassuolo! Setelah berbagai rumor beredar, akhirnya kapten kebanggaan kita resmi gabung Sassuolo!
- SAH! Bang Jay ke Sassuolo! Rumor jadi kenyataan, kapten Timnas kita resmi merapat ke Sassuolo!
Persiapan Hanya Satu Pekan
Skuad asuhan Patrick Kluivert akan menghadapi tantangan besar dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Mayoritas pemain yang berkarier di Eropa baru bisa bergabung pada 6 Oktober 2025. Dengan demikian, Timnas Indonesia hanya memiliki waktu sekitar satu pekan untuk berlatih bersama pemain dari BRI Super League 2025/2026.
Pada 8 Oktober 2025, Indonesia langsung melakoni laga pertama melawan Arab Saudi di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah. Selang tiga hari kemudian, mereka akan kembali bertanding menghadapi Irak di stadion yang sama.
Alasan TC Panjang Tidak Bisa Lagi Diterapkan
Arya menjelaskan bahwa era pemusatan latihan jangka panjang sudah berakhir. Klub-klub, terutama di Eropa, tidak akan memberikan izin kepada pemain mereka untuk absen selama berbulan-bulan.
Ia mencontohkan Jay Idzes yang bermain di Liga Italia. Mustahil klubnya melepas sang pemain untuk bergabung dalam TC dua hingga tiga bulan. Kondisi ini harus diterima sebagai realitas baru bagi Timnas Indonesia.
Tantangan Dibandingkan Rival Grup
Arya juga menyoroti perbedaan persiapan dengan calon lawan Indonesia. Arab Saudi dan Irak dinilai memiliki keuntungan karena bisa memulai pemusatan latihan lebih panjang. Arab Saudi bahkan sempat menggelar TC di Eropa pada Juli 2025.
Kondisi ini membuat lawan lebih siap secara taktik dan fisik. Sementara itu, Indonesia harus memaksimalkan waktu singkat yang tersedia agar tetap mampu bersaing.
Strategi Kluivert dalam Waktu Terbatas
Patrick Kluivert dituntut meramu strategi efektif dalam waktu yang padat. Ia harus memastikan kekompakan tim terbangun meskipun sesi latihan sangat terbatas.
Para pemain juga dituntut cepat beradaptasi dengan instruksi pelatih. Disiplin dan fokus menjadi faktor penting agar strategi berjalan sesuai rencana.
Realitas Baru Bagi Sepak Bola Indonesia
Arya menegaskan bahwa kondisi ini harus dipahami semua pihak, termasuk suporter. Pola latihan panjang sudah tidak relevan dengan perkembangan sepak bola modern.
Timnas Indonesia kini harus memaksimalkan pemain yang datang dari berbagai kompetisi. Persiapan singkat tetap bisa membuahkan hasil positif jika manajemen waktu dan strategi berjalan efektif.
“Baca Juga: Duet Idzes-Diks Jadi Andalan, Ridho Tunggu Kesempatan“








Discussion about this post